BAHAN AJAR ANDRAGOGI
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI
TUGAS MATAKULIAH
Pendidikan Orang
Dewasa
yang dibina oleh
bapak Dr. Hardika, M.pd.
Oleh
Ario Pramono 130141600487
Andhini
Dwi Saputri 130141613928

UNIVERSITAS
NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN
LUAR SEKOLAH
BAHAN AJAR ANDRAGOGI
1. PENDAHULUAN
Dapat
diakui bahwa dalam kehidupan ini setiap manusia pasti akan melewati atau
membutuhkan suatu proses belajar. Belajar merupakan hal pokok yang harus
dipenuhi dalam menjalani kehidupan untuk meningkatkan kemampuan diri dalam
bidang tertentu. “Kesadaran bahwa belajar adalah proses menjadi dirinya sendiri
(process of becoming person) bukan
proses untuk dibentuk (process of beings
haped) menurut kehendak orang lain, membawa kesadaran yang lain bahwa
kegiatan belajar harus melibatkan individu atau client dalam proses pemikiran:
apa yang mereka inginkan, apa yang dilakukan, menentukan dan merencanakan serta
melakukan tindakan apa saja yang perlu untuk memenuhi keinginan tersebut”
(DENI).
Pendidikan orang dewasa (andragogi) sendiri merupakan proses untuk melibatkan peserta didikdewasa ke dalam suatu struktur pengalamanbelajar.Dalam andragogi suatu proses belajar diadakan
berdasarkan kebutuhan apa saja yang dibutuhkan peserta didik yang disini adalah
orang dewasa yang berorientasi pada profesi peserta didik atau orang dewasa
tersebut. Metode serta pendekatan dalam proses belajar ini disesuaikan dengan
tingkat kemampuan pemikiran peserta didik itu sendiri. Jadi dengan cara seperti
itu diharapkan peserta didik akan merasa nyaman dan fokus dalam proses
pembelajaran. Dengan suasana yang nyaman itulah tujuan belajar yang diharapkan
akan terwujud dengan maksimal.
Dalam makalah ini akan di bahas
empat hal, yaitu: (1) apa dan bagaimakah kajian teoritik dalam andragogi?, (2) apa sajakah metode yang
terdapat dalam andragogi ?, (3)
bagaimanakah konsep andragogi itu ?,
(4) bagaimanakah proses implementasi andragogi
?, (5) bagaimanakah jenis bahan ajar dalam andragogi
?, (6) bagaimanakah strategi dalam pembelajaran andragogi ?.
Adanya makalah ini diharapkan dapat
memberikan informasi mengenai fungsi dari andragogi
dalam penerapannya di proses belajar pembelajaran. Selain itu,
di harapkan juga hadirnya makalah ini dapat memberikan informasi tentang
pentingnya andragogi dalam suatu
proses belajar pembelajaran yang barbasis peningkatan kemampuan orang dewasa.
2. PEMBAHASAN
a. Kajian Teoritik Dalam Andragogi
Suatu proses pembelajaran yang baik
adalah proses pembelajaran yang melibatkan langsung peserta didik. Adanya
timbal balik antara pendidik dan peserta didik tersebut berbanding lurus dengan
tingkat pemahaman peserta didik terhadapa suatu bahan ajar yang diberikan
pendidik kepada peserta didik. Dalam andragogi
salah satu unsur dalam pembelajarannya ialah mengikutsertakan peserta didik
secara penuh dalam proses pembelajaran dengan saling berbagi pengalaman satu
sama lain. Dalam andragogi terdapat beberapa teori yang sangat berpengaruh
dalam proses pembelajaran yang berorientasi pada model pembelajaran andragogi diantaranya ialah teori Student-Centered Learning(peserta
didik sebagai pusat pembelajaran). Teori ini dicetuskan oleh Carl R Rogers
(1951). Teori menyebutkan bahwa seorang pendidik hanya harus memfasilitasi
peserta didik dalam proses pembelajaran, manusia atau peserta didik tidak akan
belajar secara maksimal jika dibawah tekanan, dan peserta didik akan belajar
secara signifikan jika hanya ada hal-hal yang dapat memperkuat dirinya.
Teori yang selanjutnya ialah teori
yang memusatkan pada kondisi atau suasana belajar. Teori ini dicetuskan oleh
Robert M. Gagne. Malik Halim menuliskan sebagai berikut.
Gagne mengemukakan yang terpenting bagi pendidikan orang dewasa terutama
yang berkaitan dengan kondisi belajar. Menurutnya ada delapan hierarki tipe
belajar seperti diuraikan sebagai berikut:
a.
Belajar Berisyarat; belajar berisyarat dapat pada tingkatan mana saja dari hierarki sebagai
suatu bentuk: Classical Conditioning. Tipe belajar ini dapat terjadi
pada anak-anak maupun orang dewasa dalam bentuk sikap dan prasangka.
b.
Belajar Stimulus Respon; belajar stimulus respon adalah sama
dengan Operant Conditioning, yang responnya berbentuk ganjaran. Dua tipe
berikutnya adalah rangkaian motorik dan verbal, berbeda pada tingkatan yang
sama dalam hierarki.
c.
Rangkaian motorik tidak lain dari
belajar keterampilan, sedangkan
d.
Rangkaian verbal adalah belajar dengan cara menghafal
(rote learning).
e.
Diskriminasi Berganda; dalam belajar diskriminasi ganda,
memasuki kawasan keterampilan intelektual berupa kemampuan membedakan antara
beberapa jenis gejala yang serupa. Dengan tipe belajar ini, peserta belajar
diharapkan memiliki kemampuan untuk menetapkan mana di antara tipe tersebut yang
tepat untuk sesuatu situasi khusus.
f.
Belajar Konsep; adalah kemampuan berpikir abstrak
yang mulai dipelajari pada masa remaja (adolesence). Belajar konsep
merupakan salah satu unsur yang membedakan antara pendidikan orang dewasa
dibandingkan dengan pendidikan anak-anak dilihat dari tingkatan pemikiran
tentang konsep.
g.
Belajar Aturan; merupakan kemampuan merespon
terhadap keseluruhan isyarat, merupakan tipe belajar yang penting dalam
pendidikan orang dewasa. Belajar pemecahan masalah merupakan tingkat tertinggi
dalam tipe belajar menurut hierarki Gagne.
h.
Pemecahan Masalah; Tipe pemecahan masalah bertujuan
untuk menemukan jawaban terhadap situasi problematik.
Teori yang selanjutnya ialah teori conscientization.
Teori ini dicetuskan oleh Paulo Freire. Dalam teori ini ada tiga prinsip dasar
yaitu (1) tidak seorangpun yang dapat mengajar orang lain, (2) tidak seorangpun
yang dapat belajar sendiri, (3) manusia harus belajar bersama-sama dan bergerak
pada dunianya. “Gagasan ini memberikan kesempatan kepada orang dewasa
untuk melakukan analisis kritis mengenali lingkungannya, untuk memperdalam
persepsi diri mereka dalam hubungannya dengan lingkungannya dan untuk membina
kepercayaan terhadap kemampuan sendiri dalam hal kreativitas kapablitasnya
untuk melakukan tindakan”
(Malik Halim).
Teori berikutnya adalah teori belajar kelompok yang
dicetuskan oleh Jack Mezirow. Teori ini berpendapat bahwa dalam pembelajaran
kelompok akan di capai hasil yang paling efektif dan menimbulkan perubahan
dalam sikap dan perilaku individu kearah yang lebih baik lagi. Teori yang
terakhir adalah teori yang dicetuskan oleh Malcolm Knowles. Dalam tulisannya,
Malik Hakim menyebutkan sebagai berikut.
Knowles terkenal
dengan teori andragoginya, oleh karena itu dianggap Bapak Teori Andragogi
meskipun bukan dia yang pertama kali menggunakan istilah tersebut....Knowles
(1970) andragogi-concepts/mengembangkan konsep andragogi atas empat asumsi
pokok yang berbeda dengan pedagogi. Keempat asumsi pokok itu adalah sebagai
berikut Asumsi Pertama, seseorang tumbuh dan matang konsep
dirinya bergerak dari ketergantungan total menuju ke arah pengarahan diri
sendiri. Atau secara singkat dapat dikatakan pada anak-anak konsep dirinya
masih tergantung, sedang pada orang dewasa konsep dirinya sudah mandiri. Karena
kemandirian konsep dirinya inilah orang dewasa membutuhkan penghargaan orang
lain sebagai manusia yang dapat mengarahkan diri sendiri. Apabila dia
menghadapi situasi dimana dia tidak memungkinkan dirinya menjadi self directing
maka akan timbul reaksi tidak senang atau menolak.
Asumsi kedua,
sebagaimana individu tumbuh matang akan mengumpulkan sejumlah besar pengalaman
dimana hal ini menyebabkan dirinya menjadi sumber belajar yang kaya, dan pada
waktu yang sama memberikan dia dasar yang luas untuk belajar sesuatu yang baru.
Oleh karena itu, dalam teknologi andragogi terjadi penurunan penggunaan teknik
transmital seperti yang dipakai dalam pendidikan tradisional dan lebih-lebih
mengembangkan teknik pengalaman (experimental-technique). Maka penggunaan
teknik diskusi, kerja laboratori, simulasi, pengalaman lapangan, dan lainnya
lebih banyak dipakai.
Asumsi
ketiga, bahwa
pendidikan itu secara langsung atau tidak langsung, secara implisit atau
eksplisit, pasti memainkan peranan besar dalam mempersiapkan anak dan orang
dewasa untuk memperjuangkan eksistensinya di tengah masayarakat. Karena itu,
sekolah dan pendidikan menjadi sarana ampuh untuk melakukan proses integrasi
maupun disintegrasi sosial di tengah masyarakat (Kartini Kartono, 1992).
Selajan dengan itu, kita berasumsi bahwa setiap individu menjadi matang, maka
kesiapan untuk belajar kurang ditentukan oleh paksaan akademik dan perkembangan
biologisnya, tetapi lebih ditentukan oleh tuntutan-tuntutan tugas perkembangan
untuk melakukan peranan sosialnya. Dengan perkataan lain, orang dewasa belajar
sesuatu karena membutuhkan tingkatan perkembangan mereka yang harus menghadapi
peranannya apakah sebagai pekerja, orang tua, pimpinan suatu organisasi, dan
lain-lain. Kesiapan belajar mereka bukan semata-mata karena paksaan akademik,
tetapi karena kebutuhan hidup dan untuk melaksanakan tugas peran sosialnya.
Asumsi
keempat, bahwa
anak-anak sudah dikondisikan untuk memiliki orientasi belajar yang berpusat
pada mata pelajaran (subject centered orientation) karena belajar bagi anak
seolah-olah merupakan keharusan yang dipaksakan dari luar. Sedang orang dewasa
berkecenderungan memiliki orientasi belajar yang berpusat pada pemecahan
masalah kehidupan (problem-centered-orientation). Hal ini dikarenakan belajar
bagi orang dewasa seolah-olah merupakan kebutuhan untuk menghadapi masalah
hidupnya.
b. Metode yang Terdapat Dalam Andragogi
Dalam
pembelajaran yang menggunakan andragogi maka
metode yang digunakan dalam pembelajarannya ialah dengan berbagi pengalaman
atau urun rembug, kemudian dengan metode ceramah dan praktek langsung
dilapangan. Pemakaian pengalaman dalam suatu proses pembelajaran sangatlah
penting untuk membentuk nilai-nilai hidup manusia serta dapat menjadi patokan
dalam mengambil keputusan.Orang dewasa
lebih banyak memiliki pengalaman sebagai landasan untuk mencari pengalaman
baru.Orang dewasa lebih banyak saling tukar menukar pengalaman dengan orang
lain. Tukar menukar pengalaman akan memperkaya sumber pengalaman.
Orang
dewasa lebih banyak menerima kebiasaan dan pola pikiran yang mantap, sehingga
mereka lebih terbuka terhadap orang lain.
Impilikasi Perbedaan Pengalaman Dalam Pembelajaran. Implikasi perbedaan pengalaman ini dalam pembelajaran adalah sebagai
berikut .
Penekanan pada tehnik pengalaman. Orang dewasa kaya
dengan pengalaman untuk belajar sehingga tekanan lebih di utamakan pada tehnik
menyadap pengalaman belajar dari orang lain. Metode yang di gunakan antara lain
diskusi kelompok, kasus, proses peristiwa kritis, latihan, simulasi, bermain
peran, latihan, praktik keterampilan, program lapangan, demontrasi, dan
kompetensi kerja.
c. Konsep Andragogi
Yuchiwon
Arumdaun menuliskan
sebagai berikut.
Andragogi adalah suatu model proses pembelajaran peserta didik yang terdiri
atas orang dewasa. Andragogi disebut juga sebagai teknologi pelibatan
orang dewasa dalam pembelajaran. Proses pembelajaran dapat terjadi dengan
baik apabila metode dan teknik pembelajaran melibatkan peserta didik. Keterlibatan
diri (ego peserta didik) adalah kunci keberhasilan dalam pembelajaran orang
dewasa.untuk itu pendidik hendaknya mampu membantu peserta didik untuk: (a)
mendefinisikan kebutuhan belajarnya, (b) merumuskan tujuan belajar, (c) ikut
serta memikul tanggung jawab dalam perencanaan dan penyusunan pengalaman
belajar, dan (d) berpartisipasi dalam mengevaluasi proses dan hasil kegiatan
belajar. Dengan demikian setiap pendidik harus melibatkan peserta didik
seoptimal mungkin dalam kegiatan pembelajaran.
Prosedur yang perlu ditempuh oleh pendidik sebagaimana dikemukakan Knowles
(1986) adalah sebagai berikut: (a) menciptakan suasana yang kondusif untuk
belajar melalui kerjasama dalam merencanakan program pembelajaran, (b)
menemukan kebutuhan belajar, (c) merumuskan tujuan dan materi yang cocok untuk
memenuhi kebutuhan belajar, (d) merancang pola belajar dalam sejumlah
pengalaman belajar untuk peserta didik, (e) melaksanakan kegiatan belajar
dengan menggunakan metode, teknik dan sarana belajar yang tepat dan (f) menilai
kegiatan belajar serta mendiagnosis kembali kebutuhan belajar untuk kegiatan
pembelejaran selanjutnya. Inti teori andragogi adalah teknologi
keterlibatan diri (ego) peserta didik. Artinya kunci keberhasilan
daam proses pembelajaran peserta didik terletak pada keterlibatan diri mereka
dalam proses pembelajaran
Dapat
ditarik suatu kesimpulan bahwa dalam andragogi
konsepannya beracuan pada peserta didik.
d. Proses Implementasi Andragogi
Dalam
hal ini akan dijelaskan bagaimana implementasi andragogi dalam suatu pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran
akan berdampak pada penggunaan media yang di gunakan dalam pembelajaran dan
dianggap cocok untuk peserta didik itu sendiri. Tapi pada dasarnya panggunaan
media yang berupa media visual atau audio visual kuarng cocok dalam
pembelajaran orang dewasa. Yang lebih cocok adalah penggunaan media diskusi serta
turun langsung ke lapangan. “Kegiatan
belajar pada pendidikan orang dewasa dengan sifatnya yang fleksibel masih
merupakan kegiatan belajar yang paling efektif dan efisien dalam membantu orang
dewasa belajar, oleh karena itu model pembelajaran diperlukan berdasarkan
prinsip-prinsip belajar orang dewasa. Metode belajar orang dewasa adalah cara
mengorganisir warga belajar didik agar mereka melakukan kegiatan belajar, baik
dalam bentuk kegiatan teori maupun praktek”(Arsip Tag:Penerapan Pendidikan
Orang Dewasa Dalam Pembelajaran).
Kegiatan
belajar orang dewasa haruslah berorientasi pada pemecahan suatu masalah yang
ada pada kehidupan sehari-hari. Serta
dalam kegiatan belajar orang dewasa haruslah dapat membuat peserta ddik dapat
bersikap aktif dan mendorong agar para peserta didik dapat mengemukakakan
pengalaman sehari-harinya.
Bahan
ajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran andragogi haruslah sesuai
dengan kebutuhan peserta didik. Ataupun dapat disesuaikan dengan
masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh peserta didik. Kemudian kriteria
bahan ajar yang dapat diberikan yaitu dari segi bahasa haruslah mudah
dimengerti atau menggunakan bahasa-bahasa yang sudah umum, kemudian
langkah-langkah dalam pembelajaran haruslah sesederhana mungkin jangan terlalu
rumit, dalam berkomunikasi bila perlu disisipi bahasa-bahasa lokal contohnya bahasa
Jawa, Madura,Sunda dan sebagainya. Dengan demikian bahan ajar yang diberikan
akan mudah terserap oleh peserta didik itu sendiri dan tujuan pembelajaran
pasti akan tercapai dengan baik.
f. Strategi Dalam Pembelajaran Andragogi
Dalam proses pembelajaran
yang menggunakan andragogi, seorang pendidik haruslah memperhatikan faktor
psikis dan fisik dari peserta didik. Dari faktor psikis haruslah diperhatikan beberapa
unsur yaitu harapan masa
depan, latar belakang sosial, keluarga, serta daya ingat. Dari faktor fisik
harus diperhatikan beberapa unsur yaitu faktor penglihatan faktor
pendengaranfaktor artikulasifaktor penyakit. Hal-hal ini perlu diperhatika
secara penuh untuk mewujudkan hasil belajar yang maksimal. Kemudian harus
diperhatikan pula beberapa prinsip yang nantinya akan memudahkan dalam
pencapaian hasil belajar. Prinsip-prinsip tersebut ialah (1) nilai dan norma,
(2) belajar menemukan, (3) perhatian dan motivasi, (4) keaktifan, (5)
keterlibatan langsung, (6) pengulangan, (7) tantangan, (8) balikan dan
penguatan, (9) perbedaan individual. Prinsip-prinsip inilah yang nantinya
mendukung tercapainya hasil belajar yang baik,efektif serta efisien.
3. PENUTUP
Pada dasarnya andragogi
dalam proses pembelajarannya berorientasi pada peserta didik denga
menggunakan metode-metode serta prinsip-prinsip yang relevan untuk pencapaian
hasil belajar yang maksimal. Dalam proses pemberian bahan ajar haruslah
disesuaikan dengan kondisi psikis serta fisik peserta didik itu sendiri. Dengan
demikian peserta didik akan merasa nyaman dalam kondisi pembelajaran yang
seperti ini. Peserta didik tidak akan merasa tertekan, dan akan berbuah pada
hasil yang baik serta bermanfaat.
DAFTAR
RUJUKAN
Deni. 2011. Pendidikan Orang Dewasa, (Online), (http://makalah-pendidikan-orang-dewasa.blogspot.com/2011/05/makalah-pendidikan-orang-dewasa.html),
diakses 10 Mei 2014
Malik, Hali.
2011. Teori Belajar Andragogi Dan Penerapannya,
(Online),(http://edukasi.kompasiana.com/2011/02/23/teori-belajar-andragogi-dan-penerapannya-342151.html), diakses
10 Mei 2014
Yuchiwon,Arumdaun .
2011. Konsep Dan Teori Belajar Andragogi,
(Online),(http://ardhinaarumdaun.blogspot.com/2011/04/konsep-dan-teori-dasar-andragogi.html),
diakses pada 10 Mei 2014
Arsip
Tag:Penerapan Pendidikan Orang Dewasa Dalam Pembelajaran.
2011. (Online), (https://prari007luck.wordpress.com/tag/penerapan-pendidikan-orang-dewasa-dalam-pembelajara/),
diakses pada 10 Mei 2014
Bosbas.
2012. Strategi pembelajaran orang dewasa,
(Online), (http://bosbas.wordpress.com/2012/09/10/strategi-pembelajaran-orang-dewasa/),
diakses pada 10 Mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar