Selasa, 24 Juni 2014

BAHAN AJAR ANDRAGOGI



BAHAN AJAR ANDRAGOGI




MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Pendidikan Orang Dewasa
yang dibina oleh bapak Dr. Hardika, M.pd.





Oleh

Ario Pramono                                                  130141600487
Andhini Dwi Saputri                                                   130141613928




















UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Mei 2014

BAHAN AJAR ANDRAGOGI

1.         PENDAHULUAN
            Dapat diakui bahwa dalam kehidupan ini setiap manusia pasti akan melewati atau membutuhkan suatu proses belajar. Belajar merupakan hal pokok yang harus dipenuhi dalam menjalani kehidupan untuk meningkatkan kemampuan diri dalam bidang tertentu. “Kesadaran bahwa belajar adalah proses menjadi dirinya sendiri (process of becoming person) bukan proses untuk dibentuk (process of beings haped) menurut kehendak orang lain, membawa kesadaran yang lain bahwa kegiatan belajar harus melibatkan individu atau client dalam proses pemikiran: apa yang mereka inginkan, apa yang dilakukan, menentukan dan merencanakan serta melakukan tindakan apa saja yang perlu untuk memenuhi keinginan tersebut” (DENI).
            Pendidikan orang dewasa (andragogi) sendiri merupakan proses untuk melibatkan peserta didikdewasa ke dalam suatu struktur pengalamanbelajar.Dalam andragogi suatu proses belajar diadakan berdasarkan kebutuhan apa saja yang dibutuhkan peserta didik yang disini adalah orang dewasa yang berorientasi pada profesi peserta didik atau orang dewasa tersebut. Metode serta pendekatan dalam proses belajar ini disesuaikan dengan tingkat kemampuan pemikiran peserta didik itu sendiri. Jadi dengan cara seperti itu diharapkan peserta didik akan merasa nyaman dan fokus dalam proses pembelajaran. Dengan suasana yang nyaman itulah tujuan belajar yang diharapkan akan terwujud dengan maksimal.
Dalam makalah ini akan di bahas empat hal, yaitu: (1) apa dan bagaimakah kajian teoritik dalam andragogi?, (2) apa sajakah metode yang terdapat dalam andragogi ?, (3) bagaimanakah konsep andragogi itu ?, (4) bagaimanakah proses implementasi andragogi ?, (5) bagaimanakah jenis bahan ajar dalam andragogi ?, (6) bagaimanakah strategi dalam pembelajaran andragogi ?.
Adanya makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai fungsi dari andragogi dalam penerapannya di proses belajar pembelajaran. Selain itu, di harapkan juga hadirnya makalah ini dapat memberikan informasi tentang pentingnya andragogi dalam suatu proses belajar pembelajaran yang barbasis peningkatan kemampuan orang dewasa.

2.         PEMBAHASAN
a.         Kajian Teoritik Dalam Andragogi
Suatu proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang melibatkan langsung peserta didik. Adanya timbal balik antara pendidik dan peserta didik tersebut berbanding lurus dengan tingkat pemahaman peserta didik terhadapa suatu bahan ajar yang diberikan pendidik kepada peserta didik. Dalam andragogi salah satu unsur dalam pembelajarannya ialah mengikutsertakan peserta didik secara penuh dalam proses pembelajaran dengan saling berbagi pengalaman satu sama lain. Dalam andragogi terdapat beberapa teori yang sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran yang berorientasi pada model pembelajaran andragogi diantaranya ialah teori Student-Centered Learning(peserta didik sebagai pusat pembelajaran). Teori ini dicetuskan oleh Carl R Rogers (1951). Teori menyebutkan bahwa seorang pendidik hanya harus memfasilitasi peserta didik dalam proses pembelajaran, manusia atau peserta didik tidak akan belajar secara maksimal jika dibawah tekanan, dan peserta didik akan belajar secara signifikan jika hanya ada hal-hal yang dapat memperkuat dirinya.
Teori yang selanjutnya ialah teori yang memusatkan pada kondisi atau suasana belajar. Teori ini dicetuskan oleh Robert M. Gagne. Malik Halim menuliskan sebagai berikut.
Gagne mengemukakan yang terpenting bagi pendidikan orang dewasa terutama yang berkaitan dengan kondisi belajar. Menurutnya ada delapan hierarki tipe belajar seperti diuraikan sebagai berikut:
a.       Belajar Berisyarat; belajar berisyarat dapat pada tingkatan mana saja dari hierarki sebagai suatu bentuk: Classical Conditioning. Tipe belajar ini dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa dalam bentuk sikap dan prasangka.
b.      Belajar Stimulus Respon; belajar stimulus respon adalah sama dengan Operant Conditioning, yang responnya berbentuk ganjaran. Dua tipe berikutnya adalah rangkaian motorik dan verbal, berbeda pada tingkatan yang sama dalam hierarki.
c.       Rangkaian motorik tidak lain dari belajar keterampilan, sedangkan
d.      Rangkaian verbal adalah belajar dengan cara menghafal (rote learning).
e.       Diskriminasi Berganda; dalam belajar diskriminasi ganda, memasuki kawasan keterampilan intelektual berupa kemampuan membedakan antara beberapa jenis gejala yang serupa. Dengan tipe belajar ini, peserta belajar diharapkan memiliki kemampuan untuk menetapkan mana di antara tipe tersebut yang tepat untuk sesuatu situasi khusus.
f.       Belajar Konsep; adalah kemampuan berpikir abstrak yang mulai dipelajari pada masa remaja (adolesence). Belajar konsep merupakan salah satu unsur yang membedakan antara pendidikan orang dewasa dibandingkan dengan pendidikan anak-anak dilihat dari tingkatan pemikiran tentang konsep.
g.      Belajar Aturan; merupakan kemampuan merespon terhadap keseluruhan isyarat, merupakan tipe belajar yang penting dalam pendidikan orang dewasa. Belajar pemecahan masalah merupakan tingkat tertinggi dalam tipe belajar menurut hierarki Gagne.
h.      Pemecahan Masalah; Tipe pemecahan masalah bertujuan untuk menemukan jawaban terhadap situasi problematik.
Teori yang selanjutnya ialah teori conscientization. Teori ini dicetuskan oleh Paulo Freire. Dalam teori ini ada tiga prinsip dasar yaitu (1) tidak seorangpun yang dapat mengajar orang lain, (2) tidak seorangpun yang dapat belajar sendiri, (3) manusia harus belajar bersama-sama dan bergerak pada dunianya. “Gagasan ini memberikan kesempatan kepada orang dewasa untuk melakukan analisis kritis mengenali lingkungannya, untuk memperdalam persepsi diri mereka dalam hubungannya dengan lingkungannya dan untuk membina kepercayaan terhadap kemampuan sendiri dalam hal kreativitas kapablitasnya untuk melakukan tindakan” (Malik Halim).
Teori berikutnya adalah teori belajar kelompok yang dicetuskan oleh Jack Mezirow. Teori ini berpendapat bahwa dalam pembelajaran kelompok akan di capai hasil yang paling efektif dan menimbulkan perubahan dalam sikap dan perilaku individu kearah yang lebih baik lagi. Teori yang terakhir adalah teori yang dicetuskan oleh Malcolm Knowles. Dalam tulisannya, Malik Hakim menyebutkan sebagai berikut.
Knowles terkenal dengan teori andragoginya, oleh karena itu dianggap Bapak Teori Andragogi meskipun bukan dia yang pertama kali menggunakan istilah tersebut....Knowles (1970) andragogi-concepts/mengembangkan konsep andragogi atas empat asumsi pokok yang berbeda dengan pedagogi. Keempat asumsi pokok itu adalah sebagai berikut Asumsi Pertama, seseorang tumbuh dan matang konsep dirinya bergerak dari ketergantungan total menuju ke arah pengarahan diri sendiri. Atau secara singkat dapat dikatakan pada anak-anak konsep dirinya masih tergantung, sedang pada orang dewasa konsep dirinya sudah mandiri. Karena kemandirian konsep dirinya inilah orang dewasa membutuhkan penghargaan orang lain sebagai manusia yang dapat mengarahkan diri sendiri. Apabila dia menghadapi situasi dimana dia tidak memungkinkan dirinya menjadi self directing maka akan timbul reaksi tidak senang atau menolak.
Asumsi kedua, sebagaimana individu tumbuh matang akan mengumpulkan sejumlah besar pengalaman dimana hal ini menyebabkan dirinya menjadi sumber belajar yang kaya, dan pada waktu yang sama memberikan dia dasar yang luas untuk belajar sesuatu yang baru. Oleh karena itu, dalam teknologi andragogi terjadi penurunan penggunaan teknik transmital seperti yang dipakai dalam pendidikan tradisional dan lebih-lebih mengembangkan teknik pengalaman (experimental-technique). Maka penggunaan teknik diskusi, kerja laboratori, simulasi, pengalaman lapangan, dan lainnya lebih banyak dipakai.
Asumsi ketiga, bahwa pendidikan itu secara langsung atau tidak langsung, secara implisit atau eksplisit, pasti memainkan peranan besar dalam mempersiapkan anak dan orang dewasa untuk memperjuangkan eksistensinya di tengah masayarakat. Karena itu, sekolah dan pendidikan menjadi sarana ampuh untuk melakukan proses integrasi maupun disintegrasi sosial di tengah masyarakat (Kartini Kartono, 1992). Selajan dengan itu, kita berasumsi bahwa setiap individu menjadi matang, maka kesiapan untuk belajar kurang ditentukan oleh paksaan akademik dan perkembangan biologisnya, tetapi lebih ditentukan oleh tuntutan-tuntutan tugas perkembangan untuk melakukan peranan sosialnya. Dengan perkataan lain, orang dewasa belajar sesuatu karena membutuhkan tingkatan perkembangan mereka yang harus menghadapi peranannya apakah sebagai pekerja, orang tua, pimpinan suatu organisasi, dan lain-lain. Kesiapan belajar mereka bukan semata-mata karena paksaan akademik, tetapi karena kebutuhan hidup dan untuk melaksanakan tugas peran sosialnya.
Asumsi keempat, bahwa anak-anak sudah dikondisikan untuk memiliki orientasi belajar yang berpusat pada mata pelajaran (subject centered orientation) karena belajar bagi anak seolah-olah merupakan keharusan yang dipaksakan dari luar. Sedang orang dewasa berkecenderungan memiliki orientasi belajar yang berpusat pada pemecahan masalah kehidupan (problem-centered-orientation). Hal ini dikarenakan belajar bagi orang dewasa seolah-olah merupakan kebutuhan untuk menghadapi masalah hidupnya.
b.         Metode yang Terdapat Dalam Andragogi
            Dalam pembelajaran yang menggunakan andragogi maka metode yang digunakan dalam pembelajarannya ialah dengan berbagi pengalaman atau urun rembug, kemudian dengan metode ceramah dan praktek langsung dilapangan. Pemakaian pengalaman dalam suatu proses pembelajaran sangatlah penting untuk membentuk nilai-nilai hidup manusia serta dapat menjadi patokan dalam mengambil keputusan.Orang dewasa lebih banyak memiliki pengalaman sebagai landasan untuk mencari pengalaman baru.Orang dewasa lebih banyak saling tukar menukar pengalaman dengan orang lain. Tukar menukar pengalaman akan memperkaya sumber pengalaman.
       Orang dewasa lebih banyak menerima kebiasaan dan pola pikiran yang mantap, sehingga mereka lebih terbuka terhadap orang lain.
Impilikasi Perbedaan Pengalaman Dalam Pembelajaran. Implikasi perbedaan pengalaman ini dalam pembelajaran adalah sebagai berikut .
Penekanan pada tehnik pengalaman. Orang dewasa kaya dengan pengalaman untuk belajar sehingga tekanan lebih di utamakan pada tehnik menyadap pengalaman belajar dari orang lain. Metode yang di gunakan antara lain diskusi kelompok, kasus, proses peristiwa kritis, latihan, simulasi, bermain peran, latihan, praktik keterampilan, program lapangan, demontrasi, dan kompetensi kerja.
c.    Konsep Andragogi
            Yuchiwon Arumdaun menuliskan sebagai berikut.
Andragogi adalah suatu model proses pembelajaran peserta didik yang terdiri atas orang dewasa. Andragogi disebut juga sebagai teknologi pelibatan orang dewasa dalam pembelajaran. Proses pembelajaran dapat terjadi dengan baik apabila metode dan teknik pembelajaran melibatkan peserta didik. Keterlibatan diri (ego peserta didik) adalah kunci keberhasilan dalam pembelajaran orang dewasa.untuk itu pendidik hendaknya mampu membantu peserta didik untuk: (a) mendefinisikan kebutuhan belajarnya, (b) merumuskan tujuan belajar, (c) ikut serta memikul tanggung jawab dalam perencanaan dan penyusunan pengalaman belajar, dan (d) berpartisipasi dalam mengevaluasi proses dan hasil kegiatan belajar. Dengan demikian setiap pendidik harus melibatkan peserta didik seoptimal mungkin dalam kegiatan pembelajaran.
Prosedur yang perlu ditempuh oleh pendidik sebagaimana dikemukakan Knowles (1986) adalah sebagai berikut: (a) menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar melalui kerjasama dalam merencanakan program pembelajaran, (b) menemukan kebutuhan belajar, (c) merumuskan tujuan dan materi yang cocok untuk memenuhi kebutuhan belajar, (d) merancang pola belajar dalam sejumlah pengalaman belajar untuk peserta didik, (e) melaksanakan kegiatan belajar dengan menggunakan metode, teknik dan sarana belajar yang tepat dan (f) menilai kegiatan belajar serta mendiagnosis kembali kebutuhan belajar untuk kegiatan pembelejaran selanjutnya. Inti teori andragogi adalah teknologi keterlibatan diri (ego) peserta didik. Artinya kunci keberhasilan daam proses pembelajaran peserta didik terletak pada keterlibatan diri mereka dalam proses pembelajaran
           Dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa dalam andragogi konsepannya beracuan pada peserta didik.
d.         Proses Implementasi Andragogi
            Dalam hal ini akan dijelaskan bagaimana implementasi andragogi dalam suatu pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran akan berdampak pada penggunaan media yang di gunakan dalam pembelajaran dan dianggap cocok untuk peserta didik itu sendiri. Tapi pada dasarnya panggunaan media yang berupa media visual atau audio visual kuarng cocok dalam pembelajaran orang dewasa. Yang lebih cocok adalah penggunaan media diskusi serta turun langsung ke lapangan. “Kegiatan belajar pada pendidikan orang dewasa dengan sifatnya yang fleksibel masih merupakan kegiatan belajar yang paling efektif dan efisien dalam membantu orang dewasa belajar, oleh karena itu model pembelajaran diperlukan berdasarkan prinsip-prinsip belajar orang dewasa. Metode belajar orang dewasa adalah cara mengorganisir warga belajar didik agar mereka melakukan kegiatan belajar, baik dalam bentuk kegiatan teori maupun praktek”(Arsip Tag:Penerapan Pendidikan Orang Dewasa Dalam Pembelajaran).
Kegiatan belajar orang dewasa haruslah berorientasi pada pemecahan suatu masalah yang ada pada kehidupan sehari-hari.  Serta dalam kegiatan belajar orang dewasa haruslah dapat membuat peserta ddik dapat bersikap aktif dan mendorong agar para peserta didik dapat mengemukakakan pengalaman sehari-harinya.

e.         Jenis Bahan Ajar Dalam Andragogi
            Bahan ajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran andragogi  haruslah sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Ataupun dapat disesuaikan dengan masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh peserta didik. Kemudian kriteria bahan ajar yang dapat diberikan yaitu dari segi bahasa haruslah mudah dimengerti atau menggunakan bahasa-bahasa yang sudah umum, kemudian langkah-langkah dalam pembelajaran haruslah sesederhana mungkin jangan terlalu rumit, dalam berkomunikasi bila perlu disisipi bahasa-bahasa lokal contohnya bahasa Jawa, Madura,Sunda dan sebagainya. Dengan demikian bahan ajar yang diberikan akan mudah terserap oleh peserta didik itu sendiri dan tujuan pembelajaran pasti akan tercapai dengan baik.
f.          Strategi Dalam Pembelajaran Andragogi
            Dalam proses pembelajaran yang menggunakan andragogi, seorang pendidik haruslah memperhatikan faktor psikis dan fisik dari peserta didik. Dari faktor psikis haruslah diperhatikan beberapa unsur yaitu harapan masa depan, latar belakang sosial, keluarga, serta daya ingat. Dari faktor fisik harus diperhatikan beberapa unsur yaitu faktor penglihatan faktor pendengaranfaktor artikulasifaktor penyakit. Hal-hal ini perlu diperhatika secara penuh untuk mewujudkan hasil belajar yang maksimal. Kemudian harus diperhatikan pula beberapa prinsip yang nantinya akan memudahkan dalam pencapaian hasil belajar. Prinsip-prinsip tersebut ialah (1) nilai dan norma, (2) belajar menemukan, (3) perhatian dan motivasi, (4) keaktifan, (5) keterlibatan langsung, (6) pengulangan, (7) tantangan, (8) balikan dan penguatan, (9) perbedaan individual. Prinsip-prinsip inilah yang nantinya mendukung tercapainya hasil belajar yang baik,efektif serta efisien.
3.         PENUTUP
            Pada dasarnya andragogi dalam proses pembelajarannya berorientasi pada peserta didik denga menggunakan metode-metode serta prinsip-prinsip yang relevan untuk pencapaian hasil belajar yang maksimal. Dalam proses pemberian bahan ajar haruslah disesuaikan dengan kondisi psikis serta fisik peserta didik itu sendiri. Dengan demikian peserta didik akan merasa nyaman dalam kondisi pembelajaran yang seperti ini. Peserta didik tidak akan merasa tertekan, dan akan berbuah pada hasil yang baik serta bermanfaat.

DAFTAR RUJUKAN
Deni. 2011. Pendidikan Orang Dewasa, (Online), (http://makalah-pendidikan-orang-dewasa.blogspot.com/2011/05/makalah-pendidikan-orang-dewasa.html), diakses 10 Mei 2014
Malik, Hali. 2011. Teori Belajar Andragogi Dan Penerapannya, (Online),(http://edukasi.kompasiana.com/2011/02/23/teori-belajar-andragogi-dan-penerapannya-342151.html), diakses 10 Mei 2014
Yuchiwon,Arumdaun . 2011. Konsep Dan Teori Belajar Andragogi, (Online),(http://ardhinaarumdaun.blogspot.com/2011/04/konsep-dan-teori-dasar-andragogi.html), diakses pada 10 Mei 2014
Arsip Tag:Penerapan Pendidikan Orang Dewasa Dalam Pembelajaran. 2011. (Online), (https://prari007luck.wordpress.com/tag/penerapan-pendidikan-orang-dewasa-dalam-pembelajara/), diakses pada 10 Mei 2014
Bosbas. 2012. Strategi pembelajaran orang dewasa, (Online), (http://bosbas.wordpress.com/2012/09/10/strategi-pembelajaran-orang-dewasa/), diakses pada 10 Mei 2014







           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar